|
|
|
Kondisi dan Perkembangan Buta Aksara di DIY |
|
, ditulis oleh Drs. Fauzi Eko Pranyono
|
|
Kamis, 18 Desember 2008 |
|
Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memang bukan merupakan kantong buta aksara, walaupun merupakan salah satu dari sepuluh provinsi yang memiliki tingkat buta aksara yang tinggi. Menurut data Biro Pusat Statistik jumlah penduduk buta aksara Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta pada tahun 2005 sebanyak 340.661 jiwa (13,28% dari penduduk kelompok umur 15 tahun ke atas) dan menurun pada tahun 2006 sebanyak 270.174 jiwa (15,57%). Data tersebut berbeda dengan data yang diperoleh Dinas Pendidikan Provinsi DIY, yaitu 103.141 jiwa penduduk pada tahun 2006. Perbedaan data tersebut sempat memunculkan polemik karena terdapat perbedaan yang signifikan antara keduanya. Perbedaan tersebut terjadi karena kedua institusi menggunakan pendekatan yang berbeda dalam mengumpulkan data.
|
|
Baca selanjutnya...
|
|
|
Festival Olahraga Warga Belajar Tingkat Nasional 2008 |
|
, ditulis oleh M.Th. Yetti Pudiyantari, M.Pd.
|
|
Rabu, 03 Desember 2008 |
 Festival Olahraga warga Belajar Tingkat Nasional tahun 2008 terselenggara atas kerjasama kantor kementrian Negara pemuda dan olahraga, Paguyuban Satuhu Tresno Olahraga (PSTO) DIY, dan Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY. Pertandingan dilaksanakan di Kampus Balai Pengembangan Kegiatan Belajar (BPKB) DIY dengan memanfaatkan fasilitas olahraga yang dimiliki. Cabang olahraga yang dipertandingkan meliputi cabang olahraga sepak bola gawang mini, tenis meja, bulu tangkis, dan bola voli. Peserta terdiri dari warga belajar paket B setara SMP/MTs pada lingkungan P2-PNFI Regional I Jayagiri, P2-PNFI Regional II Semarang, BP-PNFI Regional I Medan, BP-PNFI Regional IV Jawa Timur, BP-PNFI Regional V Makasar. Peserta sebanyak 245 orang dan didampingi oleh official. Kegiatan pembukaan Festival Olahraga warga Belajar Tingkat Nasional tahun 2008 tanggal 3 Desember 2008, diawali dengan laporan ketua panitia, Dr. Hari Amirulloh dari PSTO dan sambutan dari Kepala Dinas Provinsi DIY Prof.Suwarsih Madya, Ph.D dan dibuka secara resmi oleh asisten Deputi Pendidikan olahraga pada kementrian Negara pemuda dan olahraga RI, Dra. Yuni Purwanti, M.Pd. Dalam sambutannya beliau menekankan pentingnya kebugaran jasmani bagi warga belajar sebab kebugaran merupakan factor yang paling penting yang dapat memotivasi prestasi warga belajar. Selain itu, beliau mengajak warga belajar untuk bertanding secara sportif agar kejuaraan yang diraih menjadi sesuatu yang bermanfaat. Diharapkan pula agar festival olahraga warga belajar tingkat nasional tahun 2008 dapat dimanfaatkan sebagai ajang silaturahmi antar warga belajar. Kegiatan dibuka dengan pelepasan balon yang menandakan dibukanya secara resmi Festival Olahraga warga Belajar Tingkat Nasional tahun 2008. |
|
|
Pemanfataan TI dalam Pembelajaran |
|
, ditulis oleh adminbpkb
|
|
Selasa, 04 November 2008 |
|
Dewasa ini dunia teknologi di Indonesia mengalami perkembangan yang sangat pesat, hal itu terjadi disegala bidang khususnya di TI ( Teknologi Informasi ) ini semua sedikit banyaknya di pengaruhi oleh arus globalisasi yang semakin tidak dapat terbendung lagi, arti pentingnya TI dalam kehidupan di jaman yang sudah maju seperti sekarang ini dapat dilakukan melalui dunia pendidikan dari sekolah dasar sampai pendidikan tinggi, diharapkan para siswa/mahasiswa dapat menularkan ilmunya tentang TI kepada masyarakat luas dimulai dari keluarganya terlebih dahulu Padahal negara-negara lain sudah membuktikan bahwa pembelajaran menggunakan TI dapat menghasilkan SDM yang berkualitas. Jelas sekali di Indonesia pemanfaatan TI dalam pembelajaran belum maksimal, karena dipengaruhi banyak faktor yang memang menjadi problem pemerintah sebagai pemegang kebijakan, dan guru-guru yang belum siap menggunakan TI dalam pembelajaran, padahal jika guru-guru mau memanfaatkan TI, pembelajaran terasa akan lebih inovatif, kreatif dan tidak membosankan, selama ini para siswa khususnya di SD, SMP, SMA masih dengan metode cara lama yaitu mendengarkan ceramah guru, melihat ke papan tulis, mencatat di kertas, mencari bahan di perpustakaan hal ini terjadi terus-menerus sehingga lama-lama siswa juga akan bosan, tetapi jika TI benar-benar di manfaatkan maka pembelajaran dapat lebih menyenangkan, siswa juga bisa lebih aktif dalam mencari sumber belajar sendiri, dengan pemanfaatan TI dalam pembelajaran diharapkan siswa dan guru akan bertambah luas wawasan dan ilmu pengetahuannya serta dapat berpikir global tanpa meninggalkan kultur budaya Indonesia, pembelajaran juga semakin bervariasi dan lebih menarik.
Memang pembelajaran yang menyenangkan itu juga bisa dilakukan tanpa TI, misalnya belajar di alam bebas, menggunakan media lingkungan sekitar dll, tapi tuntutan di era globalisasi ini adalah kita bisa menjadi manusia yang selain pandai, cerdas, bertakwa tetapi juga modern dan berpikir global dan juga tidak “gaptek” (gagap teknologi) oleh karena itu pemanfaatan TI dalam pembelajaran tidak ada salahnya dilakukan dalam proses pembelajaran. |
|
| | << Awal < Sebelumnya 1 2 3 4 5 Sesudahnya > Akhir >>
| | Hasil 1 - 4 dari 20 |
|
|
|
|