Setelah mengujungi SKB Kota Kediri, rombongan bertolak ke Malang, perjalanan yang ditempuh selama 3 jam. Melewati daerah pegunungan dan keindahan alam wisata Batu dimalam hari akhirnya rombongan sampai ke Malang pukul 19.00 WIB. Sebelum menghadiri pertemuan di P4TK Malang Direktur dan rombongan diudang makan malam oleh Dinas Pendidikan Kota Malang.
Sekitar 70 orang peserta diklat yang terdiri dari Pengelola TI dan Pengelola PKBM sudah berkumpul untuk mendapatkan pengarahan dari Direktur. Ketika menyampaikan materinya Erman memulai dengan isu-isu permasalahan dari Pengelola PKBM dan Pengelola TI, hal yang menjadi permasalahan dari pengelola pkbm adalah bagaimana memberdayakan masyarakat dengan life skill. Ini semua juga dengan adanya kenyataan bahwa PKBM merupakan tempat program-program pendidikan nonformal dilaksanakan seperti pendidikan kesetaraan, pendidikan keaksaraan, pendidikan anak usia dini, pendidikan kecakapan hidup, maka jelas pengelola PKBM sudah seharusnya memahami konsep pendidikan nonformal dan pendidik dan tenaga kependidikan pendidikan nonformal dengan sebaik-baiknya serta mampu dan mengerti konsep pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan nonformal, sesungguhnya inilah yang dikatakan dengan filosofi PKBM dari dan untuk masyarakat. Selain itu juga dituntut untuk mampu mengelola anggaran yang akan digunakan pengelola PKBM juga diharuskan menguasai konsep pemberdayaan masyarakat sebagai filosofi PKBM, dari masyarkat dan untuk masyarakat. Sedangkan bagi pengelola TI beliau mengharapkan agar berperan lebih aktif lagi di BPKB, khususnya membantu pendataan yang akan dilakukan Direktorat Pendidik dan Tenaga Kependidikan.
Setelah itu beliau mencoba untuk mengangkat permasalahan penyusunan standar kompetensi bagi pengelola PKBM dan Pengelola TI, ini merupakan hal penting yang harus diaksanakan dalam rangka mengetahui tupoksi dari 2 jenis ketenagaan tersebut, ini juga dimaksud sebagai acuan dalam peningkatkan mutu dari ke dua jenis PTK-PNF tersebut.
Keesokan harinya Erman melanjutkan roadshownya menuju ke Dinas Pendidikan Kota Malang, juga disana pertemuan dihadiri hampir 150 orang untuk mendengarkan kebijakan pemerintah khususnya bagi pendidikan nonformal. Bapak Kepala Dinas Pendidikan Kota Malang, Bapak Sofwan, juga telah hadir disitu sebagai rasa penghormatan terhadap tamu, daerah Malang memang memiliki keramahan yang sangat luar biasa.
Kali ini selain dengan program Direktorat juga beliau juga memberikan apresiasi yang lebih terhadap Kabupaten Malang, sebagai satu-satunya Kabupaten yang mensukseskan program pemerintah dengan mengangkat hampir seluruh Tenaga Lapangan Dikmas (TLD) menjadi CPNS. Sedangkan Kota Malang ternyata juga melakukan hal yang sama terhadap Tutor, ini menurut Erman sudah sesuai dengan kebijakan pemerintah, yang terpenting lagi ini sesungguhnya sebuah kebijakan yang tepat karena adalah hal yang terbaik untuk mengangkat CPNS dari tenaga yang sudah berpengalaman.
Pertemuan ini juga mengungkap bahwa ternyata pada daerah Jawa Timur untuk pemberian insentif bagi Pendidik PAUD, Jawa Timur merupakan daerah terbesar yang belum memberikan datanya sehingga kuotanya masih kurang 3.383 orang. Sebelumnya seorang Ketua HIMPAUDI dari Kabupaten Malang mengungkapkan kekecewaannya karena banyak Pendidik PAUD yang tidak mendapatkan insentif padahal datanya sudah dikirimkan sejak lama. Erman menjelaskan bahwa insentif yang diberikan ini pada awalnya tahun 2006, akan tetapi karena adanya ketentuan bahwa penerima dana bantuan harus mempunyai rekening sendiri maka program ini tidak dapat dilakukan berkenaan waktu yang diberikan sangat singkat hanya dalam waktu 2 minggu. “Memang awalnya daerah Jawa Timur dengan cepat dapat memberikan data tersebut, akan tetapi ketika adanya persyaratan untuk juga mengumpulkan rekening maka kenyataannya menjadi seperti sekarang ini”, ujarnya. Ia juga mengharapkan pada kesempatan berikutnya agar mengikuti tahapan selanjutnya dalam pemberian insentif bagi Pendidik PAUD, karena sedang digodok upaya apa yang akan dilakukan terhadap sisa kuota ini. Ia juga mengharapkan agar peran HIMPAUDI Jawa Timur agar lebih aktif lagi.
Khusus untuk sertifikasi ia memberikan apresiasi kepada Kota Jombang yang telah melakukan kerjasama dengan Universitas Negeri Semarang, sedangkan Kabupaten Trenggalek melakukan kerjasama dengan Universitas Malang dalam rangka mempersiapkan para tutornya dengan mengikuti pelajaran yang diberikan Dosen terbang, bahkan jam pelajaran yang didapatkan tersebut kelak akan mendapat sks dari Perguruan Tinggi, ini semua dalam rangka peningkatan kualifikasi bagi para tutor.
Yang juga menarik adalah kenyataan yang terjadi di daerah Malang bahwa banyak Penilik yang tidak mendapatkan insentif dari Pemerintah, berkenaan dengan hal ini Erman menjelaskan adanya permasalahan pendataan yang terjadi selama ini bahwa untuk Penilik yang diberikan insentif kuotanya berkisar sekitar 6000 orang, akan tetapi ternyata Penilik itu semakin bertambah seiring dengan perkembangan pendidikan nonformal. Perlu kiranya IPI atau Dinas Pendidikan setempat melayangkan surat kepada Direktorat Jenderal Pendidikan NonFormal dan Informal dengan permasalahan ini.
Ketika salah satu dari peserta menanyakan peran home schooling dalam pendidikan nonformal maka untuk permasalahan home schooling saat ini Erman mengatakan memang sedang menjadi trend, akan tetapi di Indonesia ada perbedaan bahwa ternyata home schooling ini diminati oleh golongan menengah ke atas, sehingga adanya harapan bahwa ujian yang dilakukan bukan dari kesetaraan akan tetapi melalui jalur pendidikan formal.
Jawa Timur merupakan sebuah provinsi yang dijadikan contoh perkembangan pendidikan nonformalnya, karena penuh dengan inovasi-inovasi. Kiranya provinsi ini, khususnya pada daerah Malang bisa menjadi contoh bagi pengembangan pendidikan nonformal. Ini terlihat dari akhir safari Direktur mengunjungi sebuah tempat yang dapat dikatakan sebagai tempat pameran hasil produksi dari pendidikan nonformal, sebuah tempat dimana anak-anak bangsa yang peduli dengan pendidikan nonformal memperlihatkan karya-karyanya. Uniknya tempat ini tidak ubahnya seperti Mal-mal yang menawarkan hasil produk dengan kualitas yang sangat baik.
(Kosasih)








