BERANDA
PROFIL KITA
JEJAK INFO
AGENDA
BIDIKAN LENSA
LEMBAGA PNF
KONSULTASI
KONTAK
 
Pustaka
Senin, 14 Agustus 2006 23:11:22
Pendidikan Alternatif Bagi Anak Miskin, Terlantar dan Jalanan
Kategori: Jurnal (715 kali dibaca)
Anak merupakan generasi pewaris dan penerus pembangunan Bangsa, baik buruknya pendidikan yang mereka terima dan alami akan turut menentukan baik buruknya kelangsungan warisan pembangunan yang ditinggalkan pendahulunya.

Olehnya Bangsa Indonesia menetapkan Tanggal 23 Juli sebagai simbol dari pernyataan kepedulian terhadap anak-anak dengan memperingatinya sebagai Hari Anak Nasional (HAN), makna peringatan Hari Anak bagi sebagian masyarakat Indonesia mungkin tidak ada artinya, terutama bagi mereka yang secara ekonomi (materi) berkelebihan karena anak-anak mereka setiap hari tidak pernah berkekurangan baik sandang, pangan, pakaian termasuk mainan dan rekreasi, tetapi bagi sebagian masyarakat, hari anak memiliki makna yang amat besar terutama anak-anak yang secara sosial tersisih/terpinggirkan dan ketinggalan dalam sistem pendidikan, dalam artian anak-anak yang kehilangan haknya disekolah akibat miskin dan terkebelakang serta akibat kerusuhan antar kelompok dibeberapa daerah yang membuat mereka harus mengungsi dan kehilangan keluarga serta masa depan.

---
Penulis adalah : Pamong Belajar Pertama BPKB Sulut.
1. Jl. Raya Malalayang No. 1 Manado Telp. 853398. (HP. 08124409003).
2. Email : Maykez@yahoo.com atau Bpkbsulut@yahoo.com (Meyke Simboh, SPd.)
 
Sumber: Meyke Simboh, Mpd
Not Rated!
 
Komentar Terkini (1 komentar)
  • caiiah be oNe, Minggu, 11 Mei 2008 17:37:25
    penDidiKan adalah saLaH saTu caRa Untuk mengapresiasikan BaKaT dan pOtensi diRi aGaR daPaT meNjad...


XML